Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Apa itu Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC) adalah bentuk integrasi Ekonomi ASEAN yang diberlakukan pada tahun 2015. Bukan hanya dalam kerangka ekonomi saja, MEA diwujudkan untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan regional ASEAN, meningkatkan daya saing kawasan secara keseluruhan di pasar dunia, dan mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan serta meningkatkan standar hidup penduduk Negara Anggota ASEAN. MEA terwujud pada saat Pemimpin Negara ASEAN pada KTT ASEAN ke-13 pada bulan Nopember 2007, di Singapura, menyepakati cetak biru ( blueprint ) MEA, sebagai acuan seluruh negara anggota dalam mengimplementasikan komitmen MEA. Cetak biru MEA merupakan pedoman bagi negara-negara anggota ASEAN untuk mencapai MEA 2015, dimana masing-masing negara berkewajiban untuk melaksanakan komitmen dalam cetak biru tersebut. Cetak biru MEA memuat empat kerangka utama, antara lain : ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi internasional dengan elemen ...

Kebangkitan Industri Modern

Sejarah kebangkitan industri modern dimulai pada tahun 1820-30 atau yang sering disebut dengan Revolusi Industri. Kebangkitan ini mengakibatkan berkembangnya penemuan-penemuan baru di bidang teknologi, seperti pembangunan konstruksi jalan raya, subway , proses produksi, sampai penggunaan komputer dan robot-robot di bidang manufaktur. Dampak lebih lanjut dari perkembangan teknologi ini adalah perkembangan organisasi dan kegiatan bisnis di tahun 1990-an. Dengan demikian konsep persaingan merupakan kegiatan pembuatan produk sebanyak-banyaknya atau lebih dikenal dengan periode produksi masal, strategi kegiatan produksi lebih ditujukan ke arah internal perusahaan yang bertujuan untuk memperolah efisiensi produksi. Baik preferensi manajerial, perilaku maupun persepsi, semuanya berorientasi ke mental produksi. Dari aspek politik, strategi bisnis seperti ini memerlukan proteksi secara ketat terhadap serangan dari luar. Bahkan pemerintah di suatu negara dapat saja menerapkan kebijakan-kebijaka...

Pengertian Studi Kelayakan Bisnis

Studi kelayakan merupakan salah satu mata kuliah terapan yang bersifat aplikatif. Mata kuliah ini lahir justru karena diawali oleh kebutuhan masyarakat bisnis dan pemerintah terhadap keamanan dana yang akan ditanamkan dalam sebuah proyek atau bisnis tertentu. Sebelum mata kuliah ini lahir, penilaian kelayakan terhadap sebuah investasi dilakukan secara parsiah dan lebih menekankan pada aspek finansial, tetapi juga aspek-aspek lain, bahkan saling ketergantungan (interdependen) antara aspek-aspek bisnis tersebut akan membentuk sistem bisnis. Karena itu, untuk menganalisis kelayakan investasi diperlukan penilaian terhadap semua aspek bisnis. Studi kelayakan dapat dilakukan untuk menilai kelayakan investasi, baik pada sebuah proyek maupun bisnis yang sedang berjalan. Studi kelayakan yang dilakukan untuk menilai kelayakan sebuah proyek yang akan dijalankan disebut studi kelayakan proyek , sedangkan studi kelayakan yang dilakukan untuk menilai kelayakan dalam pegembangan usaha disebut st...

Pendahuluan : Pentingnya Membuat Studi Kelayakan Bisnis

Saat ini hampir setiap sektor usaha yang akan didirikan, dikembangkan, dan diperluas ataupun dilikuidasi selalui didahului dengan satu kegiatan yang disebut studi kelayakan bisnis (yang selanjutnya disebut studi kelayakan). Bahkan di beberapa departemen/instansi pemerintah, pengusulan proyek harus disertai studi kelayakan. Apalagi di sektor industri dan perdagangan yang bersifat komersial dan padat modal. Kekeliruan dan kesalahan dalam menilai investasi akan menyebabkan kerugian dan resiko yang besar. Penilaian investasi termasuk dalam studi kelayakan yang bertujuan untuk menghindari terjadinya ketelanjuran investasi yang tidak menguntungkan karena usaha yang tidak layak/ feasible. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin mengakses permodalan ke perbankan untuk mendapatkan pinjaman (kredit) harus disertai studi kelayakan. Bahkan pemerintah melalui Bank Indonesia bekerjasama dengan Komite Penanggulangan Kemiskinan Provinsi memfasilitasi terbentuknya Konsultan Keuangan Mit...

Analisis Nilai Sekarang

Banyak keputusan yang meliputi aliran kas yang harus dilakukan pada saat sekarang (keputusan diimplementasikan). Dalam hal ini perlu dibedakan antara penerimaan yang segera akan diterima (waktu sekarang) dengan penerimaan untuk waktu yang akan datang. Rupiah yang kita terima sekarang lebih berharga dari rupiah yang akan di terima di masa yang akan datang. Kalau kita punya uang Rp1.000 dan kemudian kita depositokan di bank dengan tingkat bunga 18% per tahun, maka setahun kemudian uang kita kaan menjadi 1.000 + 0,18(1.000) = Rp1.180. Sebaliknya kalau satu tahun yang akan datang kita akan menerima uang sebesar Rp1.180, uang tersebut sekarang bernilai Rp1.000. Penerimaan mauapun biaya yang akan dikeluarkan untuk masa yang akan datang harus dikurangi menjadi harga sekarang ( present value ). Baca materi di atas selengkapnya, buka disini : download